Profile RPCB Syantikara

 

Sejarah RPCB Syantikara

Pada tahun 1970 atas prakarsa Sr. Gaudens CB didirikan “Vorming Huis” (VH) di tanah kosong belakang Asrama Mahasiswi Syantikara. “Vorming Huis” ini dipergunakan sebagai fasilitas/tempat praktek bagi para mahasiswi kedokteran yang tinggal di asrama. Sr. Gaudens juga mengadakan kerjasama dengan Departemen Penerangan sehingga secara periodik mereka mempergunakan VH untuk keperluan pembinaan karyawan.

Dalam perkembangan selanjutnya, Kongregasi memerlukan tempat retret dan rekoleksi bagi para suster CB, maka VH ditambah bangunan baru beberapa unit. Semula hanya 3 paviliun masing-masing berisi 6 kamar di dalam dan satu di luar, dengan kapasitas kurang lebih 60 orang. Hal ini diperkuat dengan kebutuhan asrama Syantikara yang juga memerlukan tempat untuk retret bagi para mahasiswi asrama yang akan memasuki dunia kerja. Selain itu, dari pihak luarpun memerlukan tempat untuk retret. Sebagai contoh misalnya, Rm. Heselaars SJ (alm) juga pernah mempergunakan VH untuk keperluan pembinaan para imam.

Dalam perkembangan selanjutnya, dan untuk memenuhi kebutuhan kelompok besar, dibangun 2 blok tambahan, ruang makan besar, ruang sidang kecil, ruang konsultasi dan guest house. Jumlah kamar 60 dengan kapasitas seluruhnya 136 tempat tidur, termasuk ruang konsultasi/pembimbing. Dengan demikian RPCB merupakan tempat pembinaan demi berkembangnya iman / kehidupan beragama / pembinaan mental-spiritual bagi mereka yang membutuhkan, khususnya bagi kaum muda. Selain itu juga dipergunakan untuk pelatihan-pelatihan ketrampilan sehingga mereka semua dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang utuh, tangguh dan aktif dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada bulan April 2012 bangunan ruang kuning, ruang coklat, ruang sidang besar, kapel, dan ruang makan besar dibongkar dan dibangun kembali menjadi bangunan 2 lantai. Semula ruang makan besar tidak akan dibongkar, tetapi dengan berbagai pertimbangan berkaitan dengan lalu lintas transportasi material dan peralatan bangunan, diputuskan untuk mengorbankan ruang makan daripada mengganggu keluarga-keluarga di lingkungan sekitar RPCB. Pada tanggal 28 Desember 2012 tembok pembatas antara sungai kalimambu dan Asrama Stella Duce Samirono jebol. Seluruh bangunan asrama dan biara rusak berat diterjang banjir.  Dalam keadaan darurat, DPP dan beberapa pengurus Yayasan Syantikara yang ada pada waktu itu memutuskan untuk memindahkan asrama dan para suster yang terlibat di asrama ke RPCB untuk sementara waktu. Dan Allah yang mahabaik telah mengurus segala-galanya. Lewat uluran kasih banyak orang dari berbagai lembaga dan pribadi Tuhan berkenan menampakkan diri menyambut niat baik banyak orang dengan berkat yang berlimpah. Dalam waktu kurang dari satu minggu semua perlengkapan dan fasilitas asrama seperti tempat tidur, almari, meja belajar, kursi-kursi, komputer dll sudah bisa dipindahkan ke RPCB. Dan pada tanggal 4 Januari 2013 anak-anak Asrama Stella Duce Samirono dan para suster pendamping asrama resmi menempati ruang-ruang di RPCB yaitu ruang hijau, merah, biru, dan konsultasi untuk kamar tidur dan tempat belajar, dengan satu suster pendamping di masing-masing unit hijau, merah, biru, konsultasi. Ruang sidang kecil untuk belajar bersama dan ruang les, aula untuk ruang doa, ruang makan kecil dan galerij kiri kanan untuk ruang makan anak, galerij ruang hijau untuk ruang makan suster, dapur RPCB dibagi dua, separo untuk RPCB, separo untuk asrama. Dan meskipun kapasitas tempat kurang memadai untuk menampung seluruh jumlah anak asrama, namun para suster dan orang tua sungguh  sangat bersyukur karena anak-anak bisa mendapatkan tempat tinggal yang aman untuk sementara waktu menunggu sampai asrama selesai diperbaiki. Tahap demi tahap asrama dan biara Samirono selesai diperbaiki, dan saat liburan akhir semester semua fasilitas asrama dan biara dikembalikan lagi ke tempat semula. Dan pada tanggal 19 Juli 2013 mulai awal tahun ajaran baru, anak-anak asrama dan para suster pendamping asrama meninggalkan RPCB untuk menempati kembali rumah mereka yang sudah diperbaiki. Dimuliakanlah nama Tuhan untuk selama-lamanya.

Sesudah ditinggalkan oleh anak-anak asrama dan para suster pendamping kembali ke asrama dan biara Samirono, seluruh bangunan yang dipakai di cat ulang dan diperbaiki yang rusak agar dapat difungsikan kembali sebagai rumah retret/pembinaan. Pada bulan Agustus 2013 beberapa unit sudah mulai dipakai oleh beberapa tamu.

Pada tanggal……..bangunan baru dua lantai yang menempati bekas bangunan lama sebelah timur selesai dibangun dan diserahterimakan. Fasilitas kamar seperti tempat tidur, kasur, bantal, ember dll dilengkapi, begitu juga kekurangsempurnaan bangunan disana-sini diperbaiki. Pelanggan yang sudah lama menunggu selesainya renovasi bangunan mulai berdatangan dan memakai kembali RPCB. Para romo, suster, bruder, frater juga mendaftarkan kembali, bahkan untuk tingkat internasional. Namun mengingat ruang makan besar dan kompleks perkantoran masih akan dibangun dan saat ini masih dalam taraf perencanaan namun pasti, dan mengingat suatu pembangunan pasti akan menimbulkan kebisingan dan debu, maka penerimaan tamu rombongan untuk retret, rekoleksi, pembinaan-pembinaan apalagi untuk tingkat internasional perlu dipertimbangkan secara masak. Kiranya Tuhan yang mahabaik berkenan menyelesaikannya.

Visi, misi RPCB Syantikara

 Visi

RPCB Syantikara berperan serta dalam pembangunan/pengembangan Gereja dan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera, khususnya melalui pelayanan rumah pembinaan dengan memperhatikan mereka yang lemah, miskin, dan tersingkir.

Misi

  • Menyediakan fasilitas / sarana yang memadai bagi para pengguna
  • Menyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi para pengguna
  • Menyediakan lingkungan yang sejuk, bersih, indah, nyaman dan aman bagi para pengguna
  • Menyediakan tarip yang berbeda bagi mereka yang lemah, miskin, dan tersingkir.

Motto : Pelayanan Maksimal